Posted by: Niam | Maret 22, 2008

Pondok Pesantren dan Permasalahannya

Pondok Pesantren menurut para ahli dianggap sebagai lembaga pendidikan Islam yang pertama kali ada di Indonesia. Sebuah lembaga pendidikan yang sangat unik juga terkenal dengan keistimewaanya yang telah banyak melahirkan para ahli dalam semua bidang, utamanya dibidang agama. Pada masa penjajahanpun pesantren tidak sedikit memberikan sumbangsih bagi kemerdekaan indonesia. Dengan keistimewaan itulah pesantren bisa eksis sampai sekarang. Hanya perkembangan pondok pesantren tersebut tidak lepas dari tantangan baik yang bersifat internal maupun eksternal, khususnya diera modern ini.
Beberapa tantangan yang bersifat eksternal tersebut diantaranya:
1) Adanya anggapan bahwa pesantren hanya mampu mencetak ahli dibidang agama, sehingga dianggap tidak bisa menghasilkan lulusan yang sesuai dengan perkembangan zaman, dimana bukan hanya imtaq yang dibutuhkan tetapi juga iptek.
2) Beberapa pesantren, utamanya diera sekarang nampaknya mulai melupakan substansinya sebagai lembaga yang juga berurusan dengan pembinaan masyarakat. Beberapa pesantren tampaknya menutup diri dengan keadaan sosial masyarakat sekitar, karena sibuk mengurusi masalah internal seperti pengaturan santri, perekonomian pesantren, dll.
3) Beberapa kyai dipesantren mulai terjun dalam dunia politik, hal ini berimbas pada memudarnya kharismatik kyai tersebut juga memudarnya pandangan baik masyarakat pada pesantren. Padahal sebuah pesantren yang maju juga ditentukan oleh kekharismatikan kyainya, hal ini karena pesantren adalah lembaga pendidikan yang berbasis masyarakat, sehingga baik tidaknya juga diukur dari pandangan masyarakat pada pesantren tersebut.
Sedangkan tantangan-tantangan yang bersifat internal diantaranya:
1) Beberapa pesantren yang mulai menerapkan sistem modern, nampaknya mulai kehilangan jati diri dan nilai-nilai yang biasanya berlaku dipesantren, seperti kesederhanaan, keikhlasan, juga kemandirian. Ini dibuktikan dengan beberapa pengurus pesantren yang nampaknya mulai menunjukan materi minded bukan keihlasan, sehingga ini berimplikasi pada hilangnya sifat kesederhanaan. Hal ini kemudian meluas pada tataran santri yang seharusnya mereka mendapatkan penanaman nilai kesederhanaan.
2) Pesantren yang telah memadukan sistem klasikal (madrasah) yang menginduk pada pemerintah, ternyata mengalami perubahan mendasar. Karena dengan merujuknya pesantren dari segi kurikulum pada pemerintah, membuat pesantren mudah diatur oleh pemerintah. Padahal, kebijakan dari pemerintah kadang tidak semua murni untuk kemajuan akan tetapi ada unsur politik yang jelas tidak sesuai.
3) Pesantren pada masa sekarang sudah mulai memasukan sistem klasikal dalam kurikulumnya, hanya saja hal ini tidak dibarengi dengan persiapan para pendidiknya. Sehingga yang nampak adalah ketimpangan antara pendidikan agama dan umum, juga adanya dikotomi ilmu.
4) Beberapa pesantren tradisional atau lebih dikenal dengan salaf terlihat belum mencerminkan betul arti kebersihan yang dalam Islam begitu dijunjung. Tampak pesantren kumuh, padahal dalam setiap pelajaran diajarkan bahwa “kebersihan sebagian dari iman”.
5) Aspek ekonomi berperan besar bagi kemajuan sebuah lembaga pendidikan. Beberapa Pesantren juga tampaknya belum bisa berkembang dikarenakan faktor ekonomi, mereka lebih fokus pada sumbangsing masyarakat, atau berdiri apa adanya.
Melihat kemajuan dan perkembangan masyarakat yang begitu drastis, maka hendaknya pesantren juga mulai bisa mengikutinya, tetapi bukan berarti kehilangan jati diri. Pesantren tidak harus memfokuskan pada pelajaran agama secara an sich, tetapi bagaimana berusaha mengintegrasikan antara pelajaran yang bersifat umum dan agama tanpa ketimpangan atau terlihat adanya dikotomi ilmu, sebab keduanya ibarat dua sisi mata uang yang harus ada dalam setiap peserta didik. Untuk itu Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai agent of change dan agent of konservative tentunya harus bisa mengikuti transformasi dalam semua bidang baik sosial, budaya, ekonomi, politik, pendidikan, agama, juga seni.
Untuk itulah ada beberapa aspek yang layak diperhatikan pesantren:
1) Aspek planning, karena pada kenyataannya beberapa pesantren belu mempunya perencanaan yang matang dalam bidang kebijakan pendidikan dan pengajaran. Planning tersebut bisa berupa: (a) ideal, dasar dan cita-cita yang perlu mendapatkan penegasan secara formal. (b) Operasional, menyangkut ketatalaksanaan, metodologi, pengembangan kurikulum, (c) fungsional, menyangkut rehabilitasi pondok dalam hubungan dan fungsinya kepada masyarakat.
2) Aspek organizing. Yaitu pembentukan organisasi dan administrasi yang terstruktur dalam pesantren.
3) Aspek staffing, yaitu pembinaan para pengurus pondok pesantren dengan memberikan upgrading, penataran, kursus, serta pengkaderan.
4) Aspek coordinating, yaitu kerjasama antara pesantren yang kemudian bisa dibentuk semacam Majelis Pembinaan Pondok Pesantren yang terdiri dari Kyai dan para sarjana yang bertanggung jawab kepada pemerintah. Mereka juga dianggap sebagai penasihat bagi pesantren-pesantren dan melakukannya atas wewenang yang didelegasikan oleh pemerintah.
5) Aspek reporting, yaitu pembuatan laporang dalam tiap akhir tahun khusus bagi para pengurus pesantren agar bisa dijadikan bahan evaluasi.
6) Aspek budgetting, yaitu kegiatan yang berusaha mencari pendapatan guna kelangsungan dan kelancaran pendidikan pesantren. Sebab pesantren bersifat swasta, sehingga pembiayaannya harus diusahakan sendiri. Kelancaran dalam hal budgeting akan berpengaruh pada kelancaran pendidikan pesantren.
Selai itu, hal yang tak kalah penting adalah bagaimana ruh pesantren (keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, kebebasan, tanggung jawab, gotong royong, dll)tetap dijaga dan terus dipupuk kembangkan, karena sifat dan ruh pesantren ini tampaknya bisa menjadi filter yang bagus dari arus globalisasi, sekulerisme, liberalisme, hedonisme, pragmatisme, dan istilah lain yang semuanya adalah produk barat yang terbungkus dalam neo-kapitalisme.

Tanggapan

tulisannya bagus.banyak mendeskripsikan fakta pondok pesantren kontemporer.yang paling konkrit,semoga sikap pemerintah yang dulunya meng-anaktirikan pesantren tidak terjadi. sukses slalu sahabat2 di jalan Allah.

Leave a response

Your response:

Kategori